Rabu, 23 November 2016

Koperasi

      1.     Koperasi saat ini kurang diminati
Sejauh ini koperasi jarang peminatnya dikarenakan ada asumsi yang berkembang bahwa kegagalan koperasi pada waktu itu lalu tanpa ada pertanggungjawaban dari pihak pengelola terhadap masyarakat menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap koperasi, oleh sebab itu diperlukan sosialisai bahwa koperasi saat ini tidak seperti itu,bahwa koperasi benar-benar berasaskan kekeluaragaan da gotong royong, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan koperasi benar-benar bertanggung jawab akan hal itu terhadap masyarakat. Sehingga tercipta rasa kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

2 .      Sulit berkembang
Perkembangan koperasi di Indonesia susah berkembang disebabkan beberapa sebab salah satunya adalah kurangnya dukungan pemerintah terhadap koperasi untuk mewujudkan koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional. Karna pemerintah hanya berpihak pada kebijakan koperasi tapi kurang berpihak terhadap penyediaan anggaran untuk memodali kegiatan koperasi sehingga membuat kegiatan koperasi kurang berjalan  dengan baik. Dan kurangnya program pemerintah terkait pendampingan dan pemberdayaan koperasi yang seharusnya harus digalakkan sehingga koperasi indonesia semakin profesional,terpercya dan semakin bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Di negara berkembang koperasi diperlukan dalam kerangka membangun  istitusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Karena kepentingan ekonomi rakyat terutama kelompok masyarakat pada ras ekonomi kelas bawah (seperti petani,nelayan,pedagang kaki lima) lebih mudah di perjuangkan kepentingan ekonominya atau pemenuhan kebutuhannya melalui wadah koperasi, dan sebab inilah yang menjadi latar belakang pentingnya pemberdyaan koperasi di indonesia.

      3.      Keterbatasan modal
Masalah modal pihak yang paling bersangkutan adalah pemerintah. Di sini pemerintah yang memiliki modal cukup besar. Dengan pemberian modal koperasi dapat memperluas usahanya sehingga dapat bertahan dan bisa berkembang. Selain pemerintah masyarakat merupakan pihak yang tak kalah pentingnya, dimana mereka yang memiliki dana lebih dapat menyimpan uang mereka dikoperasi yang nantinya dapat digunakan untuk modal koperasi.

    4.      SDM (Sumber Daya Manusia)
Sumber daya manusia yang dimaksud adalah semua pengurus koperasi. Karena kita pasti pernah menjumpai bahkan lebih cenderung sering menjumpai pengurus koperasi biasanya tokkoh masyarakat yang rangakap jabatan, misalnya ketua RT setempat atau lainnya, sehingga dia tidak fokus terhadap koperasi, atau bahkan pengurus koperasi yang sudah berumur sehingga kapasaitasnya terbatas, tidak memahami perkembangan zaman. Sangat diperlukan pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan tentang koperasi agar dapat berpartisispasi di dalamnya. Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi.

Kesimpulan : koperasi jarang peminatnya dikarenakan ada asumsi yang berkembang bahwa kegagalan koperasi pada waktu itu lalu tanpa ada pertanggungjawaban dari pihak pengelola terhadap masyarakat menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap koperasi. koperasi di Indonesia susah berkembang disebabkan beberapa sebab salah satunya adalah kurangnya dukungan pemerintah terhadap koperasi untuk mewujudkan koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional. Masalah modal pihak yang paling bersangkutan adalah pemerintah. Sumber daya manusia yang dimaksud adalah semua pengurus koperasi.

Sumber :                                                                    
http://ervinanana.blogspot.co.id/2011/11/mengapa-koperasi-di-indonesia-sulit.html
https://windasirumapea.wordpress.com/2013/10/07/mengapa-koperasi-sulit-berkembang-di-indonesia/





            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar