LATIHAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Pengertian
dan Tujuan Pelatihan dan Pengembangan
Pelatihan kerja adalah keseluruhan
kegiatan untuk member, memperoleh, meningktakan, serta mengembangkan kompetensi
kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan
dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan
pekerjaan. Pengembangan (development)
mempunyai ruang lingkup lebih luas dalam upaya untuk memperbaiki dan
meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dan sifat-sifat kepribadian.
Tujuan
perusahaan dalam memberikan pelatihan agar karyawan dapat:
1. Menambah pengetahuan baru
Dengan
bertambahnya pengetahuan karyawan, maka secara tidak langsung akan mengubah
perilakunya dalaam bekerja.
2. Mengasah kemampuan karyawan
Dengan kata lain karyawan yang
dulunya tidak memiliki kemampuan, maka setelah mengikuti pelatihan menjadi
lebih mampu untuk mengerjakan pekerjaannya.
3. Meningkatkaan keterampilan
Artinya
karyawan harus lebih terampil untuk melaksanaakan pekerjaan yang diberikan
kepadanya.
4. Meningkatkan rasa tanggung jawab
Artinya
karyawaan akan lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya setelah mengikuti
pelatihan.
5. Meningkatkan ketaatan
Artinya
dengan mengikuti pelatihan karyawan menjadi lebih taat terhadap aturan-aturan
yang telah ditetapkan perusahaan.
Kapan
Pelatihan Diperlukan
Artinya
waktu yang dibutuhkan untuk melatih seseorang menjadi pertimbangan apakah 1
minggu atau 1 bulan atau 3 bulan atau 6 bulan. Waktu yang dimaksud adalah lama
tidaknya seseorang untuk mengikuti pelatihan. Kemudian waktu pelatihan juga
berkaitan dengan kapan pelatihan dimulai dan selesai serta dimana pelatihan
dilakukan.
Jenis
Program Pelatihan dan Pengembangan
1. Pelatihan Keahlian (Skills Training)
Merupakan
pelatihan yang sering dijumpai dalam organisasi. Program pelatihannya relatif
sederhana.
2. Pelatihan Ulang (Retraining)
Adalah
subset pelatihan keahlian. Pelatihan ulang berupaya memberikan kepada para
karyawan keahlian-keahlian yang mereka butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja
yang berubah-ubah
3. Pelatihan Lintas Fungsional (Cros Fungtional
Training)
Melibatkan
pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain
dan pekerjaan yang ditugaskan
4. Pelatihan Tim
Merupakan
bekerjasama terdiri dari sekelompok individu untuk menyelesaikan pekerjaan demi
tujuan bersama dalam sebuah tim kerja
5. Pelatihan Kreatifitas
tenaga
kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin yang
berdasarkan pada penilaian rasional dan biaya dan kelayakan
Orientasi
Pekerja Baru
Orientasi
terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1. Induksi
Tahap
awal dalam karyawan baru. Mempelajari apa yang akan dilakukan,
peraturan-peraturan dan sebagainya.
2. Sosialisasi
Proses
yang berjangka lebih panjang dimana karyawan baru mempelajari norma-norma,
sistem nilai dan kelompok.
Pelatihan
dan Tahap-Tahapnya
1. Penentuan kebutuhan pelatihan adalah lebih
sulit untuk menilai kebutuhan-kebutuhan pelatihan bagi para pekerja yang ada
daripada mengorientasikan para pegawai yang baru.
2. Mendesain program pelatihan, yaitu dengan
melakukan perubahan dalam system feedback, seleksi, imbalan atau pemecatan
terhadap pegawai selama masa percobaannya.
Pelatihan
Formal dan Non-Formal
- Pelatihan formal
Pelatihan
formal adalah pelatihan yang dilaksanakan secara formal (resmi) oleh organisasi
atau perusahaan untuk para karyawan. Metode pelatihan
formal :
a.
Belajar mandiri
b.
Metode belajar dikelas/ceramah
c.
Pelatihan ditempat kerja ( on the job training)
d.
Unjuk kerja
e.
Simulasi
f.
Sistem magang
g.
Pelatihan vestibule
h.
Bermain peran
i.
Telaah kasus
2. Pelatihan Non-formal
Pelatihan nonformal adalah pelatihan
yang diadakan untuk melengkapi pelatihan formal. Pelatihan formal tidak selalu
dapat dilakukan, karna ia memerlukan biaya yang besar, waktu yang lama, dan
tenaga kerja yang harus dibayar mahal dan sebagainya.
Pelatihan
Supervisor, Pengembangan Team dan Pengembangan Organisasi
Ada
dua jenis pelatihan, yaitu: organizaton development (OD) dan sensitivity
training.
1. Organization development
Yaitu,
para manager dan supervisor tidak hanya bertanggung jawab pada pelatihan
terhadap para pegawai secara perorangan untuk meningkatkan keteramplan kerja
mereka, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas hubungan kerja dari para
pegawai.
2. Sensitivity training
Yaitu,
hubungan-hubungan kerja dalam kelompok kecil dan action research yang
didasarkan pada pengumpulan data dan pengumpanya kembali kepada para peserta
guna memampukan mereka untuk merubah perilakunya sendiri.
Arti
dan Pentingnya Pengembangan SDM
1. Sumber
Daya Manusia Pendidikan
Untuk menciptakan sumber daya manusia
yang handal, faktor pendidikan adalah faktor utama untuk mencetaknya. Untuk itu
pelaku-pelaku pencerdas generasi bangsa ini adalah mereka yang benar-benar
berkompetensi di bidangnya. Keberadaan guru dan dosen memegang peranan penting
dalam proses pembelajaran masyarakat. Dari kerja keras guru dan dosen yang
profesional maka tidak mustahil jika hasil yang dicapai juga akan baik bagi
peningkatan sumber daya manusia,
2. Sumber
Daya Manusia Pertanian
Peningkatan kualitas sumber daya manusia
di bidang pertanian terus dilakukan oleh pemangku kebijakan (stakeholder) dalam
hal ini adalah Departemen Pertanian RI.
Pengembangan
SDM Melalui Diklat
Tujuan
diklat adalah:
Meningkatkan
pengetahuan, keahlian, ketrampilan, dan sikap untk dapat melaksanakan tugas
jabatan secara professional.
Menciptakan
kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan.
Menciptakan
operator yang mampu berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
Macam-macam diklat:
Diklat
pra jabatan
Diklat
dalam jabatan
Pengembangan
Melalui Penugasan
Untuk
mengembangkan potensi pegawai melalui penugasan pada jabatan-jabatan dari yang
sederhana sampai yang kompleks. Disamping itu bagi para pegawai juga diikut
sertakan dalam pendidikan dan pelatihan.
Apabila
pegawai dilatih dan selama proses latihan atau pengembangan, pegawai diberitahu
atau ditambah pengetahuannya bagaimana cara terbaik dalam melakukan sesuatu
pekerjaan atau kegiatan tertentu.
Program-program
pendidikan dan pengembangan SDM diarahkan pada pemeliharaan dan peningkatan
kinerja pegawai. Program pendidikan adalah suatu proses yang di desain untuk
memelihara ataupun meningkatkan kinerja pegawai.
Pengembangan
Melalui Mutasi/Promosi
Promosi adalah penghargaan dengan
kenaikan jabatan dalam suatu organisasi ataupun instansi baik dalam
pemerintahan maupun non pemerintah (swasta).
Mutasi atau transfer menurut Wahyudi
(1995) adalah perpindahan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi yang
memiliki tingkat level yang sama dari posisi perkerjaan sebelum mengalami
pindah kerja. Kompensasi gaji, tugas dan tanggung jawab yang baru umumnya
adalah sama seperti sedia kala.
Sebab-sebab pelaksanaan mutasi menurut Siswandi (1999) digolongkan
sebagai berikut :
- Permintaan sendiri
- Alih tugas produktif
(ATP)
Pengembangan
Melalui GKM (Gugus Kendali Mutu)
a.
Sasaran melalui GKM, yaitu:
1. Meningkatkan kemampuan
manajerial para karyawan operasional, agar tumbuh kebiasaan berpikir analitis.
2. Mendorong setiap karyawan
agar mampu memberikan sumbangan pikiran yg berkaitan dengan pengendalian mutu,
sehingga tercipta lingk kerja dimana karyawan sadar akan
3. mutu, permasalahan dan merasa berkepentingan
untuk memperbaikinya.
Meningkatkan moral karyawan
dengan membuka kesempatan untuk berperan serta dalam mengembangkan mutu di unit
kerjanya dengan didukung oleh pola hub karyawan dan atasan harmonis.
4. Mengarahkan agar setiap karyawan dapat
terlibat dalam suatu bentuk kerjasama kel yang dinamis dalam usaha untuk
mencari pemecahan masalah dalam mutu pelayanan/produk/mutu kerja.
Pengembangan
Melalui Waskat
Waskat
adalah pengorganisasian, prosedur, pencatatan, pelaporan supervise dan reviu
intern.
1. Pengorganisasian
Organisasi membutuhkan adanya
struktur organisasi dan uraian tugas yang jelas. Struktur organisasi dibuat
untuk memberikan kejelasan tentang kedudukan, fungsi, kewenangan, dan tata
kerja yang berlaku didalamnya.
2. Personil
Kegiatan pembinaan personil
dilakukan mulai dari proses rekruitmen sampai dengan pemberhentian
3. Kebijakan
Kebijakan merupakan pedoman
yang ditetapkan oleh pimpinan satuan organisasi/kerja untuk mendorong
tercapainya tujuan satuan organisasi/kerja.
4. Perencanaan
Perencanaan merupakan suatu
proses penetapan tujuan serta langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan pada
masa datang dengan sumber daya yang diperlukan dalam rangka mewujudkan
pencapaiantujuan organisasi.
5. Prosedur
Prosedur harus dibuat secara
tertulis,sederhana, mudah dimengerti, disosialisasikan kepada pihak yang
ber-kepentingan, dan memberikan pelayanan prima kepada pemakai jasa(users).
6. Pencatatan
Pencatatan merupakan proses
pendokumentasian transaksi/kejadian secara sistematis yang relevan dengan kepentingan organisasi
instansi.
7. laporan
Mengandung kebenaran,
obyektif, dan dapat dibuktikan
Jelas dan akurat, Langsung
mengenai sasaran, Lengkap, Tegas dan konsisten
Tepat waktu, tepat penerimanya